Manfaat Cokelat bagi Kesehatan

tips kesehatanCokelat merupakan minuman atau makanan hasil olahan biji kakao. Selain khusus sebagai makanan dan minuman, cokelat juga menjadi rasa untuk produk-produk makanan lainnya. Cokelat bisa dimakan dalam bentuk batangan dan diminum dalam bentuk seduhan. Rasa cokelat yang tidak bisa didefinisikan banyak disukai oleh orang-orang di seluruh dunia. Kandungan zat dalam cokelat, di antaranya adalah alkaloid seperti fenetilamina, teobromin, dan anandamida. Zat-zat tersebut mempunyai efek fisiologis bagi tubuh, sehingga sering dikaitkan dengan serotonin. Cokelat hitam dewasa ini banyak mendapat perhatian khusus karena berbagai macam manfaatnya bagi tubuh.

Manfaat Cokelat untuk Kesehatan Tubuh

Cokelat merupakan makanan yang banyak disukai orang. Cokelat bisa dikonsumsi sebagai makanan, minuman seduh, bisa juga dijadikan olahan seperti puding, kue, dan sebagainya. Banyak juga produk makanan lain yang menggunakan rasa cokelat. Cokelat dipercaya dapat memperbaiki mood dan berbagai manfaat kesehatan lainnya. Cokelat dengan kandungan flavanolnya mampu menjaga kesehatan jantung. Zat tersebut dapat menurunkan kadar peningkatan trigliserida atau yang disebut dislipidemia, mengurangi resistensi insulin, dan meminimalisir peradangan sistemik, sehingga dapat menyehatkan jantung. Mengonsumsi cokelat hitam antara 200 sampai 600 mg setiap hari dapat menurunkan glukosa darah dan trigliserida secara signifikan. Untuk mendapat manfaat maksimal dari cokelat hitam, hindari penggunaan atau pencampuran gula secara berlebihan pada cokelat. Hal itu disebabkan kandungan gula yang terlalu banyak justru membuat gemuk dan memacu diabetes.

Menikmati cokelat juga memberi efek psikologi bagi Anda. Hal itu disebabkan karena titik leleh cokelat berada lebih rendah daripada suhu tubuh normal manusia. Lumer atau lelehnya lemak cokelat di dalam mulut menghasilkan kelembutan khas yang dapat memacu aktivitas otak,  sehingga membuat jantung berdebar lebih kuat. Cokelat hitam juga mengandung anti oksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Akan tetapi, kandungan teobromin pada cokelat juga bisa menjadi racun bagi hewan-hewan seperti kuda, burung kakaktua, anjing, tikus-tikus kecil, dan kucing. Oleh karena itu, jika Anda merasa salah satu dari yang disebutkan tadi, jangan coba-coba mengonsumsi cokelat.

Related posts: