Tips Membacakan Cerita Anak agar Menarik

Tips Membacakan Cerita Anak agar MenarikButuh tips dalam membaca sebuah cerita anak sehingga  anda mampu menarik perhatian sang anak. Apabila cara anda membaca itu membosankan, maka bisa dipastikan bahwa anak anda juga akan ikut bosan serta tidak menyerap pelajaran apapun dari kisah yang anda bawakan tersebut. Di bawah ini merupakan beberapa tips yang dapat anda gunakan ketika membacakan cerita kepada anak.

Trik Membacakan Cerita Anak

Tips pertama yang dapat anda lakukan untuk menarik perhatian sang anak ketika mendengarkan cerita anak yang anda bacakan adalah dengan memiliki tempat yang nyaman dan terang sehingga para pendengar anda juga dapat merasa nyaman dan dapat melihat gambar di buku anda dengan jelas. Setelah itu, lemparkan pandangan ke segala sisi ruangan jika anda membaca untuk beberapa anak sekaligus, lakukan kontak mata (eye contact) dengan mereka untuk mendapatkan perhatian mereka, kemudian mulailah bercerita dengan senyum yang ramah.

Untuk memulai sebuah buku cerita, anda dapat menunjukkan cover atau sampul buku terlebih dahulu kepada para anak yang mendengarkan. Lakukan interaksi dengan mereka dan galilah imajinasi mereka dengan bertanya, kira-kira siapa yang ada di sampul buku ini, manakah yang bernama si Dori misalnya, mengapa si Dori kelihatan takut di sampul ini, dan berbagai pertanyaan yang memancing mereka untuk melakukan interaksi dengan anda. Setelah anda bertanya, tentunya sekarang merupakan saatnya anda membacakan cerita. Bacakan judul buku tersebut dengan suara yang keras serta pelafalan yang jelas. Terlebih lagi jika anda sedang membaca untuk anak kecil, anda harus memastikan anda melafalkan judul dan setiap kata-kata dengan jelas sehingga mereka dapat mengerti dan menangkap maksud kata tersebut.

Tahap selanjutnya adalah membuka halaman pertama dari buku dengan perlahan karena cara anda membuka buku secara tidak langsung akan mengajarkan pendengar anda tentang bagaimana cara membuka buku dengan benar. Bacalah isi cerita dengan suara yang tegas, anda dapat mengubah-ubah tinggi rendahnya suara, intonasi, volume suara, kecepatan suara sesuai dengan isi cerita untuk membuat kisah anda terlihat lebih hidup. Gunakan juga gerakan tangan sehingga pendengar dapat lebih mengingat apa yang sedang anda coba sampaikan.

Related posts: